Fakta Menraik Lumpia Semarang

Fakta Menraik Lumpia Semarang, sumber photo sweetrip.id

Ketenaran lumpia makin dianggap oleh khalayak luas semenjak di Jakarta diadakan acara pesta olahraga Game of the New Emerging Forces (GANEFO) di tahun 1963. Sesudah lewat riwayat yang lumayan panjang di Indonesia, pada akhirnya tahun 2014 lumpia diputuskan oleh UNESCO sebagai peninggalan budaya nusantara.

Lumpia Semarang atau " Loenpia Semarang " ialah makanan sepinggan yang dari Semarang. Makanan ini ialah kombinasi cita-rasa di antara makanan Tionghoa dan Indonesia, karena sebelumnya si pembikin makanan ini ialah seorang turunan Tionghoa yang menikah sama orang asli pribumi dan tinggal di Semarang.Makanan ini juga dengan bahan dasar dari rebung, daging ayam dan telur. Struktur dari makanan ini sendiri juga benar-benar gurih dan manis renyah di bagian isian nya. Makanan ini dihidangkan dengan sauce gula merah yang manis dan agak pedas yang mempunyai struktur kental.


Lumpia atau "Lun pia" menjadi satu diantara jajan iconic yang seringkali dijadikan oleh-olehan saat bertandang ke Semarang. Makanan ini telah ada semenjak beberapa ratus tahun kemarin dan dipandang seperti salah satunya jajan tradisionil yang disebut hasil percampuran budaya Tionghoa dan Jawa. Walau sekarang lumpia bisa dijumpai di beberapa wilayah Indonesia, tetapi cita-rasa lumpia Semarang mempunyai keunikan tertentu.


Makanan ini telah ada semenjak beberapa ratus tahun kemarin dan dipandang seperti salah satunya jajan tradisionil yang disebut hasil percampuran budaya Tionghoa dan Jawa. Walau sekarang lumpia bisa dijumpai di beberapa wilayah Indonesia, tetapi cita-rasa lumpia Semarang mempunyai keunikan tertentu.


Munculnya lumpia berawal dari kehadiran seorang perantau etnis Tionghoa namanya Tjoa Thay Yoe ke Semarang tahun 1800. Maksudnya tiba ke kota itu untuk mengadu nasib, sambil mengenalkan makanan ciri khas Tionghoa yang nyaris serupa dengan martabak yang berisi rebung dan daging babi.


Sampai satu saat, Tjoa Thay Yoe berjumpa dengan wanita namanya Wasi yang jual makanan semacamnya, namun lumpia punya Wasi berisi daging ayam atau udang. Walau demikian kompetisi di antara ke-2 nya masih terhitung sehat, di mana Tjoa Thay Yoe lebih mengarah customer dari pendatang Tionghoa.


Sesudah sama-sama mengenali lewat kompetisi usaha, Tjoa Thay Yoe dan Wasi mulai jadi teman dekat. Ke-2 nya bahkan juga sama-sama tukar resep dan memilih untuk menikah. Kombinasi resep tersebut yang melahirkan lumpia Semarang yang sekarang kita mengenal. Dalam resep itu Tjoa Thay Yoe dan Wasi hilangkan formasi daging babi, minyak babi dan sejenisnya. Mereka menukar isian lumpia dengan rebung, daging ayam atau udang.


Makanan ini telah ada semenjak beberapa ratus tahun kemarin dan dipandang seperti salah satunya jajan tradisionil yang disebut hasil percampuran budaya Tionghoa dan Jawa. Walau sekarang lumpia bisa dijumpai di beberapa wilayah Indonesia, tetapi cita-rasa lumpia Semarang mempunyai keunikan tertentu.


Lumpia atau lunpia salah satunya oleh-olehan ciri khas Kota Semarang, Jawa tengah. (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)

Munculnya lumpia berawal dari kehadiran seorang perantau etnis Tionghoa namanya Tjoa Thay Yoe ke Semarang tahun 1800. Maksudnya tiba ke kota itu untuk mengadu nasib, sambil mengenalkan makanan ciri khas Tionghoa yang nyaris serupa dengan martabak yang berisi rebung dan daging babi.


Sampai satu saat, Tjoa Thay Yoe berjumpa dengan wanita namanya Wasi yang jual makanan semacamnya, namun lumpia punya Wasi berisi daging ayam atau udang. Walau demikian kompetisi di antara ke-2 nya masih terhitung sehat, di mana Tjoa Thay Yoe lebih mengarah customer dari pendatang Tionghoa.


Sesudah sama-sama mengenali lewat kompetisi usaha, Tjoa Thay Yoe dan Wasi mulai jadi teman dekat. Ke-2 nya bahkan juga sama-sama tukar resep dan memilih untuk menikah. Kombinasi resep tersebut yang melahirkan lumpia Semarang yang sekarang kita mengenal. Dalam resep itu Tjoa Thay Yoe dan Wasi hilangkan formasi daging babi, minyak babi dan sejenisnya. Mereka menukar isian lumpia dengan rebung, daging ayam atau udang.


Dengan demikian lumpia Semarang yang sekarang terkenal, ialah hasil percampuran budaya Tionghoa dan Jawa. Awalnya lumpia yang dikenalkan oleh Tjoa Thay Yoe mempunyai cita-rasa asin dan renyah, dan lumpia punya wasih mempunyai rasa yang condong manis. Tetapi sesudah resep itu digabungkan, cita-rasa lumpia yang dibuat lebih nikmat, yaitu manis dan renyah.


Untuk beberapa fans lumpia yang menghindar makanan gorengan tidak perlu cemas. Lumpia Semarang memilik 2 tipe yaitu lumpia goreng dan basah. Untuk yang menghindar makanan dimasak pasti bisa nikmati kesedapan lumpia dengan mencicip lumpia basah.


LihatTutupKomentar
Cancel